Tuesday, December 28, 2010

~Rhythm of the Souls

QASIDAH MUHAMMADIYAH




مُحَمَّدٌ أَشْرَفُ الأَعْرَابِ وَالْعَجَمِ
Muhammad is the most noble of the Arabs and the non-Arabs
Muhammad adalah termulia di hadapan Arab dan Ajam

مُحَمَّدٌ خَيْرُ مَنْ يَمْشِيْ عَلَى قَدَمِ
Muhammad is the best of those who walk by footsteps,
Muhammad lah sebaik-baik manusia yang berjalan di bumi ini

مُحَمَّدٌ بَاسِطُ الْمَعْرُوْفِ جَامِعُهُ
Muhammad encompasses all that is good,
Muhammad adalah luas kebaikannya,dialah pengumpulnya

مُحَمَّدٌ صَاحِبُ الإِحْسَــانِ وَالْكَرَمِ
Muhammad is the owner of excellence and nobility,
Muhammad lah penghulu segala kebaikan dan kemuliaan

مُحَمَّدٌ تَاجُ رُسْلِ اللهِ قَاطِبَةً
Muhammad is the crown of the Messengers of Allah, without exception,
Muhammad adalah mahkota para rasul ALLAH,seluruhnya

مُحَمَّدٌ صَادِقُ الأَقْوَالِ وَالكَلِمِ
Muhammad is the most truthful in words and speech,
Muhammad adalah benar pada kata-katanya

مُحَمَّدُ ثَابِتُ المِيْثَاقِ حَافِظُهُ
Muhammad is firm in his promise, guarding it,
Muhammad adalah tetap pada janjinya

مُحَمَّدُ طَيِّبُ الأَخْلَاقِ وَالْشِيَمِ
Muhammad is good-natured in manners and character,
Muhammad itu cantik akhlak dan rupanya


مُحَمَّدُ رُوِيَت بِالنُّورِ طِيْنَتُهُ
Muhammad, his nature was given light to drink,
Muhammad,tanah semadinya disirami dengan Nur

مُحَمَّدُ لمَْ يَزَلْ نُوْراً مِّنَ الْقِدَمِ
Muhammad, his light has continued from ancient time,
Muhammad,dia masih bercahaya sejak azali

مُحَمَّدُ حَاكِمُ بِالعَدْلِ ذُوْ شَرَفٍ
Muhammad judges with justice, possessing honour,
Muhammad seorang hakim yang adil,punya kemuliaan

مُحَمَّدُ مَعْدِنُ الإِنْعَامِ وَالْحِكَمِ
Muhammad is a treasure-trove of blessings and wisdom,
Muhammad adalah kunci kenikmatan dan hikmah

مُحَمَّدُ خَيْرُ خَلْقِ اللهِ مِنْ مُضَرِ
Muhammad is the best of the creation of Allah, from the lineage of Mudar,
Muhammad adalah semulia-mulia makhluk ALLAH,dari kaum Mudhar

مُحَمَّدُ خَيْرُ رُسْلِ اللهِ كُلِّهِِمِ
Muhammad is the best of all the Messengers of Allah,
Muhammad itu semulia-mulia rasul ALLAH,seluruhnya

مُحَمَّدُ دِيْنُهُ حَـــقٌّ نَدِيْنُ بِهِ
Muhammad, his way of life is truth, we follow it with him,
Muhammad,agamanya adalah kebenaran,yang kita anuti

مُحَمَّدُ مُجْمِلاً حَقاً عَلَى عَلَمِ
Muhammad, comprehensive excellence, truly is his distinguishing mark,
Muhammad adalah kebenaran,sebenar-benarnya

مُحَمَّدُ ذِكْرُهُ رُوْحٌ لِأَنْفُسِنَا
Muhammad, his mention is a refreshment for our souls,
Muhammad,mengingatinya adalah seperti roh bagi kita

محمد شُكْرُهُ فَرْضٌ عَلَى الأُمَمِ
Muhammad, thanking him is an obligation upon the communities,
Muhammad,wajib kita berterima kasih kepadanya

محمد زِينَةٌ الدُنْيَا وَبَهْجَتُهَا
Muhammad is the adornment of the world and its splendour,
Muhammad adalah penghias dunia dan penghiburnya

محمد كَاشِفٌ الغُمَّاتِ وَالظُلَمِ
Muhammad is the one who removes the grief and the gloom,
Muhammad,ibarat penghapus duka dan kegelapan

محمد سَيِّدُ طَابَتْ مَنَاقِبُهُ
Muhammad is a master, his virtuous deeds are delightful,
Muhammad,penghulu yang suci perbuatannya

محمد صَاغَهُ الرَحمَنُ بِالنِعمَِ
Muhammad, the Merciful shaped him with kindness,
Muhammad,diberikan sebaik-baik nikmat oleh ALLAH

محمد صَفْوَةٌ البَارِي وَخِيْرَتُهُ
Muhammad, the elite of the Creator and His choice,
Muhammad,adalah insan pilihan ALLAH,sebaik-baik makhluk

محمد طَاهِرٌ مِنْ سَائِرِ التُهَمِ
Muhammad, innocent of all accusations,
Muhammad,adalah suci daripada segala tohmahan

محمد ضَاحِكٌ لِلضَيْفِ مُكْرِمُهُ
Muhammad laughs for his guest, honouring him,
Muhammad,tersenyum buat tetamunya,bahkan memuliakannya

محمد جَارُهُ وَاللهِ لمَ يُضَمِ
Muhammad, by Allah! His neighbour is never harmed,
Muhammad,jirannya,demi ALLAH tidak dizaliminya

محمد طَابَتِ الدُنْيَا بِبَعْثَتِهِ
Muhammad, the world became pleasant through his mission,
Muhammad,alangkah indahnya dunia dengan kehadirannya

محمد جَاءَ بِالآيَاتِ وَالحِكَمِ
Muhammad, he came with proofs and wisdom,
Muhammad,telah datang dengan mukjizat dan hikmah-hikmah

محمد يَوْمَ بَعْثِ النَّاسِ شَافِعُنَا
Muhammad, on the day of the raising of mankind, he is our intercessor,
Muhammad,kelak di hari kebangkitan,dialah pemberi syafaat kita

محمد نُورُهُ الهَادِي مِنَ الظُّلَمِ
Muhammad, his light is the guide out of darkness,
Muhammad,nurnya ibarat penyuluh hidayah dari kegelapan

محمد قَائِمٌ لِلّهِ ذُو هِمَمِ

Muhammad, standing for Allah, filled with eagerness,
Muhammad,tidak putus-putus menghadap ALLAH dengan penuh harapan

محمد خَاتَمُ لِلرُّسْلِ كُلِّهِمِ
Muhammad is the Seal of all the Messengers,
Muhammad adalah penamat sekalian rasul ALLAH,seluruhnya


~Our Lord, bless and send peace, eternally and forever,Upon Your beloved, the best of all creation..

Monday, December 20, 2010

31st August was a mistake??

20th Disember 2010

Dear brilliant bright blog..

It seems a while since I haven't got a chance to leave even a scratch here.. But today, while I'm keep running from one shelf to another one, accidentally my eyes catched this..

This books had answered my question on why Malaysia was easily freed by the British during the trip that Tunku Abd Rahman made to London.. It told us from a very different perspective on our 'independence'.. Well, you should read it yourself.. (I'm encouraging you to read,ok).. Including proves by primary and tertiary sources..

Author Ahmad Ismail
Title 31 Ogos yang silap : Melayu tidak dijajah : perayaan kebangsaan patut dibatalkan ? / Ahmad bin Ismail
Imprint Kuala Lumpur : Sri Kemilau Enterprise, 2001
Description iv, 205 p. : ill. ; 22 cm.


Location PTSL-KOLEKSI AM
Call Number DS597.2.A395
Units n.4
Copy 0
Barcode 00001319315
Status Available

--------------------------------------------------------------------------------

2 Location PTSL-KOLEKSI AM
Call Number DS597.2.A395
Units n.5
Copy 0
Barcode 00001319316
Status Available

--------------------------------------------------------------------------------

3 Location PTSL-KAT
Call Number DS597.2.A395 kat
Units n.2
Copy 0
Barcode 00001319313
Status Available

--------------------------------------------------------------------------------

4 Location PTSL-KHAS
Call Number DS597.2.A395 42
Units n.3
Copy 0
Barcode 00001319314
Status Available

~I can't wait to finish up my tesis writing.. Pray for me... (-.-')

Thursday, December 9, 2010

Allah Pastikan Bersamamu~



Allah Bersamamu

Allah pasti kan bersamamu
bila kau selalu bersama-Nya
Allah pasti kan menolongmu
bila kau menolong agama-Nya

Takwalah pada Allah agar Allah memudahkan
sgala urusan dan perjuangan kita
sungguh Allah kan bersama yang berjihad di jalan-Nya
sungguh Allah Maha Kuat dan Perkasa

Allah pasti kan bersamamu
bila kau selalu bersama-Nya
Allah pasti kan menolongmu
bila kau menolong agama-Nya

Keadilan yang kita perjuangkan
Kesejahteraan yang kan kita wujudkan
Membutuhkan keimanan serta keikhlasan
Dalam meniti jalan keridhoan

Allah pasti kan bersamamu
bila kau selalu bersama-Nya
Allah pasti kan menolongmu
bila kau menolong agama-Nya

Amalkan syariat-Nya tuk mendapat balasan-Nya
Keikhlasan tuk tegaknya keadilan
Keadilan di bumi nusantara
Untuk masyarakat adil sejahtera
by: Izzatul Islam
~ Ya Allah ya Tuhan kami, Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, hanya kepada Engkau tempat kami memohon pertolongan.. Ampunkanlah dosa-dosa kami,yang telah lalu mahupun yang akan datang, yang kami zahirkan dan yang kami sembunyikan, yang tidak kami sengajakan mahupun yang kami sengajakan.. Permudahkanlah segala urusan kami dan berkatilah segala usaha kami.. Moga amal kecil yang kami usahakan ini diterima sebagai ibadah disisiMu.. Suburkanlah keikhlasan dalam hati-hati kami untuk terus tega berjuang demi agamaMu... Amiin..~

Tuesday, December 7, 2010

Salam Maal Hijrah 1432H

Bismillahi Wal Hamdulillah

(klik gambar untuk paparan lebih jelas)


~May Allah showers us with HIS love, blessings and protection..Amin..

Tuesday, November 30, 2010

The Unreveal ~

(U WILL NOT SEE THIS IN ANY PRIME MEDIA IN MALAYSIA)


CHENG HO EXPO,KELANTAN-CHINA INTERNATIONAL TRADE FAIR 2010

More than 300 companies from countries around the world participated in Cheng Ho Expo 2010, an international trade fair between state of Kelantan and China, organized by the Kelantan State Government in Kota Bharu, Kelantan, Malaysia.

A six days exhibition from November 21-26 is to create a valuable platform of trade and investment opportunities for exhibitors and visitors, both local and international, while playing the role model of Admiral Cheng Ho in promoting unity among Muslims by the value and in establishing trade collaboration and diplomatic alliance among different countries.

In celebration of 600th anniversary of Admiral Cheng Ho Naval expedition to Malaysia, the Expo will be highlighting his life and voyages that had made tremendous strides in bringing social, cultural and economic values towards greater unity and prosperity to the world at his time.

The opening ceremony was done by Tengku Mahkota of Kelantan, Tengku Muhammad Fa-iz Petra Ibni Sultan Ismail Petra.

Tengku Mahkota of Kelantan. Tengku Muhammad Fa-iz Petra Ibni Sultan Ismail Petra observing a gold Al-Quran during opening ceremony Cheng Ho Expo 2010, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, 21/11/2010


Akram Kohor (left), 22, from China given an explanation on one of the Cheng Ho ship replicas to Rusli Mohammad, 36, during Cheng Ho Expo 2010 in Kota Bharu, Kelantan, Malaysia. 21/11/2010


Tengku Mahkota of Kelantan. Tengku Muhammad Fa-iz Petra Ibni Sultan Ismail Petra (second frm left) accompany by Deputy Chief Minister state of Kelantan, Datuk Ahmad Yaakob observing a gold Al-Quran during opening ceremony Cheng Ho Expo 2010, Kota Bharu

Tengku Mahkota of Kelantan. Tengku Muhammad Fa-iz Petra Ibni Sultan Ismail Petra (middle) visit the Cheng Ho Expo 2010, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, 21/11/2010


Tengku Mahkota of Kelantan. Tengku Muhammad Fa-iz Petra Ibni Sultan Ismail Petra (fourth, left) visit the Cheng Ho Expo 2010, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, 21/11/2010

Tengku Mahkota of Kelantan. Tengku Muhammad Fa-iz Petra Ibni Sultan Ismail Petra (second,right) visit the Cheng Ho Expo 2010, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia, 21/11/2010

more pictures:

~ membangun bersama Islam ~

Saturday, November 27, 2010

Pieces of Experience..

Bismillahi wal hamdulillah..

Alhamdulillah, setinggi - tinggi kesyukuran dipanjatkan ke hadrat Illahi atas segala nikmat yang telah dikurniakan kepada kita semua terutamanya 3 nikmat terbesar iaitu nikmat Islam,Iman dan Ihsan.. Selawat serta salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W, ahli keluarga baginda, para sahabat seterusnya kepada pejuang-pejuang gerakan Islam yang telah syahid mahupun yang masih meneruskan perjuangan hingga ke saat ini...


Masih terngiang-ngiang lagu ini di dalam minda penaip.. Lagu di atas merupakan lagu tema bagi program Kembara Anak Soleh anjuran Aura Imtiyaz.. Usai seminggu bersama-sama dengan adik-adik di sekitar kawasan tempat tinggal penaip telah menambahkan cebisan-cebisan pengajaran dan pengalaman demi pengalaman yang berjaya ditimba di sini.


" Anak-anak ibarat kain putih, tanggungjawab ibubapa yang mencorakkan mereka, samada mahu dicorakkan mengikut acuan Islam ataupun sebaliknya"

Alhamdulillah, kesedaran di kalangan penduduk di kawasan ini terhadap kepentingan tarbiyah Islam di dalam diri anak-anak adalah tinggi dan kesungguhan untuk mengisi masa cuti anak-anak dengan aktiviti yang berfaedah adalah sangat memberangsangkan. Anak-anak yang berusia seawal 5 tahun hingga 12 tahun telah dihantar oleh mereka dan berjaya mengikuti program ini.. Pelbagai gelagat dan karenah yang harus ditangani..

Segala perlakuan dan perbuatan mereka merupakan terjemahan ataupun manifestasi kepada perasaan sebenar mereka.. Kurangnya perhatian mahupun kasih sayang daripada ibu dan bapa di rumah antara penyebab anak-anak ini mempunyai masalah bersosial dengan rakan-rakan sebaya yang lain.. Samada mereka akan menjadi terlalu pendiam dan terasing mahupun seseorang yang selalu menimbulkan masalah dengan rakan-rakan kerana dahagakan perhatian.. Terdapat beberapa peserta yang mengalami masalah keluarga seperti ibu bapa yang berpisah dan bayangkan bagaimana anak-anak kecil ini mahu memahami apa yang terjadi dan masih tidak mengerti apa-apa mengenai permasalahan ibu bapa mereka.. Sesetengah anak-anak yang terlibat di dalam situasi ini menjadi cepat matang dalam berfikir kerana mereka juga cuba memikirkan cara untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

Begitu juga dengan persekitaran mereka.. Rakan-rakan mereka yang mengetahui masalah yang dihadapi oleh rakan yang lain namun cara mereka berdepan dengan situasi ini bisa menjadikan suasana semakin keruh.. Perkara ini betul-betul terjadi di hadapan mata penaip.. Ketika itu, penaip dan beberapa adik muslimat sedang berehat-rehat di sudut bacaan tadika..

Maisarah : Teacher, Teacher... Teacher tau x, dulu Ainin ni diam je.. Sekarang dia dah banyak cakap sikit.. Ayah dia dah xde.. Dia tinggalkan mak Ainin pastu dia pindah jauh2.. Tak balik-balik dah.. Tinggal je Ainin kat sini.. Ainin da xde ayah dah..

( Saat Maisarah menceritakan perkara ini, Ainin berada di sebelah penaip.. Muka penaip da pucat dah.. Dan penaip sudah mengetahui masalah Ainin pada awal-awal program kerana Pn Norlia telah menerangkan mengenai masalah-masalah peribadi setiap peserta.. Mendung kesedihan mula terukir di wajahnya.. Penaip mengusap-usap belakangnya.. Ya Allah, kuatkanlah adik solehah ini.. Dah la tu Maisarah.. Jangan cakap lagi.. Sambil itu, penaip mula mencari ayat-ayat yang sesuai.. Apa aku nak cakap ni.. Ya Allah, bantulah hambaMu ini... ) Sambil membetulkan kedudukan, penaip memegang tangan Maisarah dan mula menjawab,

" Xpe la.. Nabi Muhammad lagi kesian.. Sebelum dia lahir lagi, ayah dia dah meninggal.. tak kenal pun ayah dia.. tak sempat pun tengok muka ayah dia.. Lepas tu, mak dia pulak meninggal.. Masa tu dia kecik lagi.. Ainin ada mak lagi.. ramai lagi yang sayang Ainin.. Tok Ainin sayang Ainin.. Teacher sayang Ainin.. Kak Anis sayang Ainin.. Abang-abang fasi pun sayang Ainin.." Tutur penaip berhati-hati.. Maisarah mula terdiam..

Alhamdulillah.. Ainin mula tersenyum dan berkata,

" Macam adik Ainin, xkenal pun lagi ayah.." kaitnya dengan cerita Nabi Muhammad tadi..

"Ha.. Sama je.. Allah sayang sangat kat Nabi Muhammad.. Ainin nak Allah sayang x? Kena buat baik2 la lepas ni.." Sambung penaip..

Ainin hanya mengangguk.. Persekitaran anak-anak yang mengalami masalah ini, juga memainkan peranan dan mampu mempengaruhi emosi mereka.. Seawal usia 7 tahun, adik Ainin perlu menyesuaikan diri dengan kejadian seperti ini.. Dimana silapnya?? Sama-sama kita fikir dan renungkan..

Demikianlah secebis dari lembaran besar kisah yang penaip dan sahabat-sahabat fasilitator team Aura Imtiyaz alami dan pelajari sepanjang program ini, yang dapat dikongsikan untuk kita renungi bersama...

Akhir kata, segunung penghargaan buat Kak Nisah atas peluang yang diberikan kepada penaip.. Begitu juga kepada Kak Amin yang banyak berkongsi petua dan pengalaman beliau.. Tak lupa juga buat Ust Syihab,Ust Mahfuzan,Ust Saiful,Ust Afiq,Ust Zharif,Lan dan Razak atas kerjasama kalian ketika program.. Kerdil sungguh diri ini berada di kalangan team Aura Imtiyaz.. Moga segala usaha dan jerih perih kalian diberkati dan dipermudahkan.. Aihh, panjang pulak penghargaan.. Time post mortem aritu xtau nak cakap apa.. Dan yang paling penaip hargai ialah keindahan ukhwah bersama-sama sahabat-sahabat satu negeri.. Walaupun Kak Amin dan Tasya je negeri lain, tapi loghat kami masih dapat difahami.. Bukannye pelik benor ktorg cakap pahang kan? Wee~ I found myself there.. Dah lama sangat tak jadi unit jamuan.. Sangat-sangat merindui suasana ketika 1st year dan 2nd year dimana kebanyakan program, penaip dan Kak Syifak Rodzi akan jadi ajk tetap unit jamuan... Alhamdulillah..

~ A week full of therapy~

Tuesday, November 23, 2010

Peristiwa Memali

Bismillahi wal hamdulillah


“Yang wajib kita perjuangkan ialah Islam, bukan bangsa. Perjuangan bangsa ialah perjuangan taghut yang Nabi tidak mengaku ummat. Apalagi kerajaan yang zalim yang tidak menghukum dengna hukum Allah, memakai undang-undang otak manusia. Sebab itu, jika mereka mati di dalam perjuangan bangsa, Nabi tidak mengaku ummat.”

(ucapan Ustaz Ibrahim Libya-1985)

Watak utama kepada peristiwa Memali ialah seorang ulama muda yang berpengaruh dalam masyarakat tani di Baling, Ustaz Ibrahim Mahmud. Beliau yang lebih mesra sebagai Ustaz Ibrahim Libya merupakan sosok dakwah yang besar namanya di negeri utara semenanjung kerana kegigihan dan keghairahan berdakwah juga penguasaan ilmu Islam yang mantap yang dibenih secara formal. Jika dituduh sesat, ironisnya beliau mempunyai tauliah mengajar di Selangor dan Kedah. Bahkan menjadi penceramah radio dan TV.

Masih ramai yang tidak mengetahui cerita di sebalik arahan kejam pihak pemerintah ke atas Peristiwa Memali. ‘KUMPULAN AJARAN SESAT DITUMPASKAN OLEH PIHAK KESELAMATAN’ . Itulah tajuk yang tertera di hadapan Utusan Malaysia pada 20 November 1985 terus ‘menutupi’ perbuatan pemerintah ini. Kronologi peristiwa tersebut boleh didapati di sini. Berikut merupakan detik-detik cemas peristiwa Memali yang diceritakan sendiri oleh Ustazah Solehah,isteri As Syahid Ustaz Ibrahim Libya :

Fajar merah pagi 19 November 1985 itu disambut dengan laungan azan. Solehah bangun lebih awal dari itu. Ia tak begitu nyenyak tidur. Setelah bertemu beberapa minit dengan suaminya malam tadi, dia bertadarus al-quran serta berdoa sebanyaknya. Dia mohon agar Allah memberi kekuatan kepadanya. Kekuatan pada suaminya untuk menghadapi sebarang kemungkinan di siang hari esoknya.

Seperti biasa pagi itu, mereka solat subuh berjemaah bersama. Masih ramai lagi yang berada di rumahnya. Terutama kaum keluarga suaminya. Selesai solat, kuliah subuh diadakan seperti biasa. Suaminya kelihatan tenang sahaja dengan keadaan di luar rumah. Baginya, seolah tiada apa-apa yang sedang dan akan berlaku. Dia mengajar seperti biasa. Menanamkan semangat jihad yang bersungguh pada anak-anak buahnya. Solehah masih terbayang, antara kata-kata peringatan dan perangsang dari suaminya itu.

“jika sampai masanya kamu terpaksa berdepan dengan perjuangan yang memerlukan pengorbanan darah dan nyawa , jangan ada antara kamu yang memalingkan tumit-tumit kamu kedepan (lari). Kerana jika mati ketika lari itu, maka kamu telah tempah salah satu tiket ke neraka.”

Malam tadi ramai yang tidak makan nasi. Selera mereka agak tertutup dengan suasana yang ada di luar rumah. Pasukan anggota polis, terutama unit PPH semakin ramai.

Belum sempat sarapan pagi, solehah terdengar keadaan dia luar agak kelam kabut. Dia melihat di luar, pada sekumpulan lelaki. Suaminya ada di situ. Seperti ada suatu berita baru. Dia cuba memasang telinga, tetapi tak dengar perbualan mereka. Orang kampung pula, semakin ramai yang datang ke rumah mereka. Yang pulang selepas kuliah subuh tadi pun, nampaknya kembali semula.

Dari mulut beberapa muslimat di situ, barulah Solehah dapat tahu. Rupanya seorang anak buah suaminya dan dari Sik, datang membawa berita. Dia melihat trak polis, PPH (pasukan polis hutan) dan FRU terlalu banyak sedang menuju ke tempat mereka.

Solehah tidak lagi mempedulikan tugasnya di dapur. Ibu mertua, adik-adik dan keluarga perempuan juga begitu. Mereka mula memberi perhatian di luar rumah. Jam waktu itu baru pukul 7.30 pagi. Masih awal.

Kawasan rumahnya sudah dipenuhi dengan orang kampung. Begitu juga pihak polis. Solehah dapat saksikan, jumlah mereka yang terlalu ramai. Berada di sekeliling rumahnya. Nur Syuhada, anak bongsunya yang baru berusia beberapa bulan didukung erat.

Lebih kurang jam 8 pagi, Solehah mendengar suara dari arah hadapan rumahnya. Suara itu kuat dan jelas. Seperti menggunakan pembesar suara sahaja. Suara itu meminta orang kampung agar bersurai. Tetapi, tidaklah semudah itu. Kaum lelaki menyahut seruan itu dengan laungan takbir. Bergema suara takbir itu ke angkasa. Kanak-kanak dan kaum perempuan turut bertakbir juga. Soleha tidak lagi tinggal di atas rumah. Sambil mengendong anaknya, beliau turut berada bersama-sama kaum muslimat yang lain.

Laungan takbir dan doa wehdah yang dialunkan penduduk kampung semakin memuncak. Semakin lama semakin kuat. Tiada lagi suara dari pembesar suara. Yang kedengaran, hanya laungan takbir dan doa wehdah bersahut-sahutan. Solehah tidak nampak suaminya berada di mana ketika itu.

Di celah-celah orang ramai itu, Solehah nampak sebuah kereta perisai. Sedang terdampar megah di hadapan pintu pagar rumahnya. Dipenuhi dengan anggota polis yang lengkap bersenjata. Polis wanita pun ada. Sementara orang kampung pula hanya bersenjatakan buluh, kayu, parang dan lastik. Seorang dua sahaja kelihatan memiliki pedang.

Laungan takbir dan doa wehdah, semakin bersemangat. Orang kampung seperti bulat hati. Sepakat,seia dan sekata. Mereka telah memutuskan untuk teruskan perjuangan. Walaupun darah dan air mata akan mengiringi perpisahan antara roh dan jasad. Mereka tekad untuk menghadapinya.

Tiba-tiba, melayang objek berbentuk bulat-bulat ke arah orang kampung. Asap keluar dari objek-objek bulat seperti besi itu. Pedih sangat. Bukan sahaja pada mata tetapi pada tekak juga. Orang kampung mula bertempiaran mencari perlindungan. Sambil mendukung anak bongsunya, Solehah berlari ke bawah rumah. Ramai muslimat lain berlindung disitu dengan mata yang merah menahan kepedihan. Seorang dua kanak-kanak mula sesak nafas. Begitu juga anaknya.

Di luar, persekitaran rumahnya diselaputi asap dari bom-bom gas yang dilepaskan oleh polis. Suasana penduduk kampung kelam kabut. Ada yang mencari perlindungan. Ada yang membantu teman. Antaranya berusaha mendapat guni atau kain, dibasahkan untuk menghalang gas dari beterbangan ke udara. Ada yang lebih berani. Dengan cepat mendapatkan bom gas yang belum berfungsi lalu dibalingkan semula ke arah polis.

Anaknya pengsan dalam ribaan ketika beliau berusaha untuk melindungi anaknya daripada gas tersebut dan diserahkan dengan hati yang berat kepada seorang anak kampung lain yang ingin membantu. Solehah berdoa agar dia dapat dipertemukan semula dengan anaknya.

Serangan gas dari anggota polis ini memakan masa yang lama. Alhamdulillah penduduk kampung nampaknya boleh bertahan. Keadaan asap gas yang tebal itu, akhirnya berkurangan sedikit, apabila hujan renyai-renyai turun. Pertolongan dari Allah. Sungguhpun begitu, anggota polis tetap melepaskan tembakan gas untuk menyuraikan penduduk kampung. Namun penduduk kampung tetap dengan pendirian mereka.

Waktu ini, Solehah terdengar seperti bunyi tembakan. Bunyinya dari arah jalan raya menuju ke pintu masuk rumahnya. Arah kereta perisai. Dia sempat melihat, sekujur tubuh perlahan-lahan rebah tidak jauh dari hadapan kereta perisai. Ia tidak dapat memastikan siapa sebenarnya yang ditembak itu. Kelihatan seperti Cikgu Shafie. Seorang guru yang mengajar di sekolah menengah Siong.baru beberapa bulan berkahwin.

Perasaan takut hilang dengan tiba-tiba. Solehah merasa gembira. Dia teringin untuk mati. Mati syahid. Dia mahu mengikut Masyitah. Dia mahu menjejak Sumaiyah. Dia sudah lupa tentang anaknya, tentang suaminya.

Hampir jam 1 tengahari, tanpa diduga Solehah terkejut besar apabila mendengar bunyi tembakan yang bertubi-tubi. Pekak rasa telinganya mendengar bunyi tersebut. Dia kaku sebentar. Beberapa ekor ayam terpelanting jauh,bulu-bulu ayam berterbangan bila terkena tembakan. Orang kampung bertempiaran lari mencari perlindungan. Terdengar juga sayup-sayup suara menyuruh mereka meniarap. Dia segera meluru ke arah bawah rumah. Muslimat yang lain kelihatan panik sambil mendakap erat anak masing2.

Setelah beberapa minit berlalu, bunyi tembakan tidak kedengaran lagi. Solehah perhati di luar. Dia menjenguk kalau-kalau ternampak suaminya. Tak nampak. Keadaan sunyi. Tak ada yang berani bergerak. Terdengar suara tangisan kanak-kanak. Sayu rasa hati Solehah. Teringat pada anak-anaknya yang dibawa keluar tadi.

Sejurus itu, soleheh melihat isteri muda meluru keluar bersama dua anak kecilnya. Solehah dapat lihat kedua beradik lelaki ini bertelanjang bogel. Kulit badan mereka kelihatan kemerahan, mungkin kesan dari gas tadi.

“ke mana pula Rokiah ni, mencari suami agaknya,” fikir Solehah.

Sebentar kemudian, solehah mendengar suara tangisan kanak-kanak. Mungkin suara anak Rokiah tadi. Solehah menahan perasaan sedihnya.

“akan yatimkah anak-anak itu,” tanya gerak hatinya.

Tiba-tiba, suaminya menghampiri mereka di situ. Suaminya mendekatinya dan mengingatkannya supaya meniarap jika takut. Solehah menarik nafas kelegaan sebaik sahaja memandang wajah suaminya itu.

Perasaan lega Solehah tidak lama. Sekali lagi dikejutkan dengan bunyi tembakan. Kali ini terasa lebih kuat, lebih dahsyat dari serangan pertama tadi. Bunyi seperti terlalu hampir dengan mereka. Solehah dan yang lain-lain terus meniarap. Badan mereka tidak bergerak.

Sebaik sahaja bunyi tembakan sepi, Solehah mendengar suara dari beberapa muslimat.

“ Ustaz Man kena tembak. Ustaz Man kena tembak.”

Tanpa memikir panjang, solehah segera mendapatkan suaminya. Belum beberapa langkah, hatinya berdebar-debar, jantungnya bergerak laju bagaikan air terjun. Matanya terpaku pada sekujur tubuh yang berlumuran darah. Ia kenal pada tubuh dihadapannya itu. Itulah Ustaz Man, suaminya. Suaminya berada dalam pangkuan seseorang.

Solehah tidak peduli lagi apa yang ada di sekeliling. Dia tidak fikir lagi mengenai polis, tentang peluru dan segala bahaya. Ia meluru ke arah suaminya. Lalu dipangku suami kesayangannya itu. Kepala suaminya di riba. Suaminya masih bernafas.

“Emak jangan takut. Awang ada. Awang ada. Awang akan jaga mak,”

Solehah mendengar suara bersemangat dari seorang anak muda. Mungkin anak Mak Lang Aishah yang sedang memujuk emaknya.

Air mata jernih Solehah, mula membasahi pipi. Semakin lama semakin laju. Menitik satu persatu ke atas dada suaminya. Bersatulah air jernih itu dengan simbahan darah merah. Seolah-olah terikat satu perjanjian. Cantuman air dan darah yang akan mengalir menuju kewangian syurga firdaus. Solehah sendiri tidak faham kenapa air mata itu mengalir. Apakah kerana sedih atau gembira. Lantas mulutnya berkata.

“sudah sampai apa yang abang doakan selama ini. Besyukurlah, mengucaplah.”

“abang kena apa?” suaminya bersuara.

“ kena tembak,” jawabnya ringkas.

“alhamdulillah,” kata-kata terakhir dari suaminya…

Ibu mertuanya turut berada disitu. Emak ustaz Ibrahim mengambil beberapa helai daun. Diupar-uparkan daun itu, lalu ditampalkan pada luka di paha. Tidak ada perubahan. Darah tetap mengalir keluar. Ustaz Ibrahim tidak bergerak lagi. Badanya lembut dan terasa panas. Tak ubah seperti orang sedang tidur. Sambil membelai kasih rambut suaminya, Solehah dikejutkan oleh suara lantang dari beberapa lelaki.

“ serah diri! Angkat tangan!”

Solehah mendongak ke atas. Beberapa orang polis sedang mengelilinginya. Muncung senapang dihalakan padanya. Solehah memeluk erat suaminya. Tidak mahu dilepaskan.

“ cepat serah diri, kalau tidak kami tembak!” gertak salah seorang anggota polis

Solehah merenung tajam pada anggota polis berkenaan.

“ tembaklah!” tegas Solehah.

Agak lama juga barulah Solehah bangun mengikut polis tadi ke arah trak polis yang tidak jauh dari pintu masuk rumahnya. Sewaktu berjalan keluar, Solehah dapat lihat beberapa tubuh orang kampung rebah ke bumi.

Hatinya amat sedih melihat kaum lelaki kampungnya diperlakukan seperti binatang. Ada yang dipukul dengan buntut senapang, disepak terajang atau ditempeleng. Termasuk adiknya, Din. Beberapa kali adiknya ditendang sebelum naik ke trak.

Tidak jauh dari situ, Solehah ternampak pula sederet orang-orang lelaki yang sedang meniarap. Beberapa orang polis lelaki berjalan-jalan dia atas mereka yang meniarap itu. Tak ubah seperti tentera jepun sedang mendera tahanan.

Sungguhpun begitu, Solehah tidak mendengar satu suara kesakitan dari mereka. Tidak mendengar mereka mengaduh atau meminta tolong.

“ Ya Allah! Tetapkanlah iman kami. Berilah pertolonganMu pada kami ini. Jauhkanlah kami dari segala kejahatan manusia.” Hati kecil Solehah berdoa pada Illahi.

(Dipetik dari buku ‘memoir tragedi Memali’ oleh Ustaz Riduan Mohamad Nor dan C.N Afghani)

Terlalu amat banyak kekejaman ke atas mangsa-mangsa Memali ini yang dibongkarkan di dalam buku ini.. Menghabiskan buku 'Memoir tragedi Memali' bisa membuatkan air mata anda tidak berhenti-henti mengalir dan membangkitkan roh jihad di saat-saat anda memerlukannya.. Mereka yang tidak mengetahui atau mengalami sesuatu situasi sudah tentu tidak memahami perkara tersebut dengan mendalam...

~ daripada hidup bercermin bangkai, lebih baik mati bergalang tanah. ( Ustaz Ibrahim Libya) ~

Saturday, November 13, 2010

Ujian adalah Tarbiyyah dari Allah

Bismillahi wal Hamdulillah..

Allahu Rabbi.. Luruh jantung ini setelah bertalu-talu berita sahabat-sahabat seperjuangan yang ditimpa ujian diterima oleh penaip.. Bermula dengan sahabat dari UNIMAP yang dikhabarkan berkemungkinan akan lumpuh, dan sahabat yang paling hampir dengan kami iaitu Syamila yang disahkan menghidapi jangkitan kuman di dalam darahnya, diikuti Aisyah Saad yang baru kebah dari demam panas yang kuat.. Kemudian adik-adik muslimin yang disyaki jangkitan demam denggi.. Seterusnya, adik kepada Aiman yang kembali ke pangkuan Sang Pencipta dan yang terbaru Siti Esah dan Maisarah yang mengalami kemalangan ketika pulang di kampung halaman di Kelantan dan berada dalam kondisi kritikal.. Begitu juga dengan beberapa sahabat lain yang diuji oleh Allah dari segi kesihatan yang tidak disebutkan disini.. Moga Allah kuatkan kalian untuk menerima ujian ini..

" Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "kami telah beriman," dan mereka tidak diuji?"
( Surah Al-'Ankabut:2)


Sabda Rasulullah, “Tidaklah seorang mukmin ditimpa kesedihan, nestapa, bencana, derita, penyakit, hingga duri yg mengenai dirinya, kecuali Allah dengannya, akan mengampuni
kesalahan-kesalahannya..”

Moga ujian-ujian ini menjadi kifarah dosa buat kita dan sebagai salah satu medan muhasabah bersama.. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara dan hubungan di antara mereka diibaratkan seperti anggota tubuh manusia, jika sakit salah satu anggota maka anggota-anggota yang lain akan turut merasai sakitnya itu..

Astaghfirullahal 'Azim... Ya Allah, ampunkanlah dosa - dosa kami yang telah lalu dan yang akan datang, yang kami sengajakan dan yang tidak kami sengajakan, yang kami zahirkan dan yang kami sembunyikan.. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani...

~ Kita biasa sediakan perancangan hidup untuk jangka masa tertentu, bagaimana pula dengan 'perancangan mati'?? Kematian itu pasti,Hidup hanyalah sementara...... Renung-renungkan~



Wednesday, November 10, 2010

My Mirrors~

Bismillahi Wal Hamdulillah...

Alhamdulillah, Allah beri kesempatan buat kami berkumpul pada petang itu.. Sungguh aku amat-amat merindui saat-saat kami bersama.. Menangis, ketawa, makan, tidur, kena buli, saling ingat memperingati, kena marah, berkongsi segala-galanya bersama.. Walaupun seketika, namun ia amat bermakna.. Sedar tak sedar dah hampir 4 tahun kami melayari bahtera di lautan ilmu ini... Ku tujukan lagu ini buat kamu sahabat-sahabatku yang disayangi kerana Allah...



You know I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything
You see I feel sad when you're sad
I feel glad when you're glad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile without you

You came along just like a song
And brightened my day
Who would have believed that you were part of a dream
Now it all seems light years away

And now you know I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything
You see I feel sad when you're sad
I feel glad when you're glad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile

Now some people say happiness takes so very long to find
Well, I'm finding it hard leaving your love behind me

And you see I can't smile without you
I can't smile without you
I can't laugh and I can't sing
I'm finding it hard to do anything
You see I feel glad when you're glad
I feel sad when you're sad
If you only knew what I'm going through
I just can't smile without you

~ Syafakillah cik.. Keep on going ya K.ct.. Concentrate wat tesis ye Mell,we all luv u.. Sarah ayu yg cool dan baikk.. Sahabat-sahabat MS yg lain, gunakan masa yg ada sebaiknya,uhibbukum fillah.. AB2 Fpend yg dikasihi fillah dan sume sahabat2 yang lain.... Moga Allah merahmati kita semua~

Tuesday, November 9, 2010

Healing~

Bismillahi Wal Hamdulillah...

Subhanallah... What a beautifull song..



It’s so hard to explain

What I’m feeling

But I guess it’s ok

Cause I’ll keep believing

There’s something deep inside

Something that’s calling

It’s calling you and I

It’s taking us up high

Healing, a simple act of kindness brings such meaning

A smile can change a life let’s start believing
And feeling, let’s start healing

Heal and you will be healed

Break every border

Give and you will receive

It’s Nature’s order

There is a hidden force

Pulling us closer

It’s pulling you and I

It’s pulling us up high

Healing, a simple act of kindness brings such meaning

A Smile can change a life let’s start believing

And feeling, let’s start healing

Hearts in the hand of another heart and in God’s hand are all hearts

An eye takes care of another eye and from God’s eye nothing hides

Seek only to give and you’ll receive

So, heal and you will be healed


قلب بين يدي قلب و بيد الله كل قلب

عين ترعى عينا، وعين الله ترعى

كلمة طيبة صدقة

تبسمك لأخيك صدقه

كل معروف صدقة


اللهم اشف شفاءً لا يغادر سقماً


Song Name: “Healing”
Written and Produced: Sami Yusuf
Lyrics co-written: Dr. Walid Fataihi

~ Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az-Zumar ayat 53).~

Sunday, October 31, 2010

~The Power of Doa~

Bismillahi Wal Hamdulillah


Setiap doa pasti Allah beri perhatian. Allah berfirman yang bermaksud:

“Berdoalah kepada-Ku nescaya aku (Allah) akan perkenankan.” (Surah Ghafir : 60 )

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:

“Sesungguhnya Tuhanmu yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu pemalu lagi mulia. Dia malu terhadap hamba-hamba-Nya yang mengangkat tangan berdoa, tiba-tiba tidak diberi oleh-Nya akan permintaan itu.” (Riwayat al-Tirmizi no. 3556 dan Abu Daud no. 1448)

Lihat betapa hebatnya sifat Pemurah dan Pengasih Allah, Dia bukan sahaja memerintahkan kita berdoa, malah Dia mengajar apa yang patut kita doakan dan bagaimanakah caranya kita harus berdoa. Tidak cukup sekadar itu, Allah berjanji untuk mempertimbangkan doa-doa itu.

Sebuah syair mengungkapkan hakikat ini dengan begitu indah sekali:

“Allah s.w.t. murka jika engkau tidak memohon kepada-Nya.
Sebaliknya manusia murka apabila kau sering minta kepadanya.”

Berdoa itu satu langkah yang produktif. Bahkan menurut pandangan ulama tasawuf, apabila Allah telah ringankan lidah seseorang hamba-Nya untuk berdoa, itu petanda Allah telah memberi lampu hijau untuk memperkenankan doa itu.

Kata Imam Ibn Ataillah:

“Tatkala Allah membukakan mulut anda dengan bermohon kepada-Nya maka ketahuilah, sesungguhnya Allah berkehendakkan doa anda diperkenankan.”

Yakinlah bahawa apabila Allah mengilhamkan kepada hati kita untuk berdoa, maka sudah tentu Allah akan memperkenankan doa kita itu. Tetapi jika Allah tidak berkehendak memperkenankan sesuatu doa, maka sudah tentu Dia tidak mengilhamkan kepada hati kita ke arah itu.

Apabila hati dilembutkan untuk berdoa, bererti seseorang itu telah berasa kefakirannya di hadapan Allah. Apabila kita sudah benar-benar berhajat kepada-Nya, maka Allah pasti tidak akan mengecewakan hajat kita itu.

Sebenarnya doa itu sendiri merupakan satu kurnia daripada Allah. Malah doa itu adalah modal asas yang memungkinkan seseorang itu menerima kurnia-kurnia Allah selanjutnya. Malangnya, orang yang mengetahui hakikat ini tidak ramai dalam kalangan kita. Firman Allah yang bermaksud:

“Apakah ada siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa, dan menghilangkan keburukan dan menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada di samping Allah tuhan yang lain? Terlalu amat sedikit apa yang dapat kamu mengingati.” (Surah al-Naml 27: 62)

Hamba Allah yang benar-benar mengenal Allah (arif billah) dapat rasakan apabila seseorang itu diizinkan Allah untuk mengucapkan doa (ada sesetengah orang dikelukan lidah lalu tidak boleh berdoa) adalah lebih berharga daripada termakbulnya doa itu. Hal ini kerana seorang yang berdoa itu hakikatnya sedang berdialog dengan Allah. Bagi mereka, ini adalah satu anugerah Allah yang lebih bernilai berbanding apa yang diperoleh daripada doanya.

Bukankah Pemberi hadiah itu lebih patut kita hormati dan kasihi daripada hadiah yang diberikan-Nya?

Mungkin ada yang bertanya apakah benar Allah akan memperkenankan setiap doa hamba-hamba-Nya?

Jawabnya, ya jika apa yang kita ajukan itu doa yang benar dan elok. Dalam hadis Rasulullah s.a.w. yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud:

“Sesiapa antara kamu yang dibukakan pintu hatinya supaya berdoa, nescaya Allah bukakan padanya pintu-pintu rahmat. Dan tidak ada doa yang dipohon itu yang lebih disukai Allah selain daripada memohon kemaafan (keselamatan di dunia dan akhirat).” (Riwayat al-Tarmizi no 3548)

Jelas di sini, doa yang dimaksudkan itu mempunyai ciri-cirinya. Antara ciri-ciri doa yang baik ialah isinya mestilah ke arah memohon kemaafan dosa dan kesalahan terhadap Allah. Rentetan daripada itu mereka pasti berdoa akan keselamatan diri dan orang lain, bukan permusuhan dan kekacauan). Dan yang paling penting, berdoa dalam keadaan merendah diri dan penuh harapan.

Oleh sebab itu, janganlah berdoa dalam keadaan terlalu mendesak dan memaksa Allah. Itu bukan sifat seorang hamba yang baik. Untuk mengatasi sikap ini tanamkanlah ke dalam jiwa satu keyakinan bahawa nikmat yang telah Allah berikan adalah lebih banyak dan lebih bernilai daripada apa yang sedang kita minta dalam doa kita itu.

Cara Allah Makbulkan Doa

Bagaimanakah cara Allah memakbulkan doa hamba-hamba-Nya?

Ini memerlukan penjelasan yang tersirat dan maknawi. Sesungguhnya akal kita yang terbatas tidak akan dapat menjangkau ilmu Allah yang Maha Luas. Fahaman kita tentang makbulnya sesuatu doa mungkin hanya mampu menyingkap selapis daripada kenyataan itu, tetapi di sisi Allah punyai makna dan tafsiran yang berlapis-lapis.

Untuk menyingkap rahsia itulah Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang bermaksud:

“Tidaklah seorang yang berdoa kepada Allah dengan doa kecuali Allah akan memberikan kepadanya, sama ada dengan dikabulkan segera di dunia lagi. Atau disimpankan untuknya kebaikan di akhirat atau ditutupkan (kifarat) dosanya setakat doanya selama dia tidak doakan unsur-unsur dosa, memutuskan silaturahim atau mohon disegerakan.

Maka sahabat berkata: “Ya Rasulullah bagaimana doa minta segera itu? Baginda berkata; seseorang itu berdoa, aku berdoa tuhanku, maka perkenanlah segera.”
(kata Abu Isa hadis ini gharib, sunan Al-Tarmizi, 3968)

Melalui hadis ini para ulama telah merumuskan bahawa doa itu dikabulkan menerusi pelbagai kaedah dan keadaan. Antaranya termasuk:

1. Doa Itu Dikabulkan Serta-Merta

Kebanyakan doa yang diajukan oleh para rasul dan nabi dikabulkan serta-merta. Doa Rasulullah s.a.w. menjelang perang Badar misalnya, dikabulkan oleh Allah serta-merta. Begitu juga doa Ibn Abbas r.a. ketika meminta hujan semasa umat Islam dilanda kemarau yang dahsyat. Belum pun sempat Ibn Abbas meletakkan tangannya ke bawah, hujan telah turun mencurah-curah.

Begitulah juga dengan cerita bagaimana tiga orang pemuda yang berdoa dengan wasilah amal masing-masing apabila terperangkap dalam sebuah gua seperti yang diberitakan dalam sebuah hadis yang panjang lagi masyhur. Pintu gua itu tergerak (membuka ruang) serta-merta setiap kali salah orang mereka selesai berdoa.

Inilah bukti jaminan Allah melalui firman-nya yang bermaksud:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu mengenai Aku, maka beritahulah mereka sesungguhnya Aku (Allah) sentiasa hampir kepada mereka. Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (Surah al-Baqarah 2: 186)

2. Dikabulkan pada Waktu Lain

Acap kali juga sesuatu doa walaupun baik, dan datang daripada orang yang baik, pada waktu yang baik, tetapi Allah tangguhkan ke waktu lain. Hal ini kerana Allah sayangkan hamba-Nya itu. Allah sengaja berbuat demikian bagi mengujinya sehingga seorang hamba itu bersedia untuk menerima nikmat-nikmat-Nya.

Misalnya, Allah kurniakan kekayaan apabila hati seorang hamba telah ada rasa syukur kerana memberikannya sebelum itu akan menjadikan seseorang itu kufur. Allah kurniakan kekuasaan setelah ada dalam hati seseorang ada rasa tawaduk dan sifat adil, supaya dia boleh menjadi pemerintah yang baik apabila sudah berkuasa.

Jika tidak bersedia, dibimbangkan nikmat itu boleh bertukar menjadi bala. Itulah yang disebut “istidraj” – yakni pemberian Allah yang merupakan satu kutukan dan memudaratkan untuk iman dan Islam seseorang yang derhaka kepada-Nya. Oleh sebab itu, sering kali juga Allah menahan pemberian-Nya kerana kasih sayang-Nya terhadap seseorang.

Inilah yang dinukilkan oleh Prof Dr. K.H. Muhibbuddin Waly dalam bukunya Hakikat Hikmah Tauhid dan Tasawuf:

“Sebab kadang-kadang Allah memperlambat dalam memperkenankan doa mereka kerana Allah sangat sayang dan cinta mendengar suara doa yang selalu diucapkan oleh hamba-Nya itu kepada-Nya.”

3. Menghindarkan Bahaya

Doa kita kadang-kadang dikabulkan Allah dengan dihindarkan daripada bahaya yang mungkin datang. Kita tidak tahu apa bahaya yang ada di hadapan, lalu Allah datangkan halangan. Boleh jadi kita akan ditimpa penyakit yang kronik, mengalami kemalangan jalan raya, difitnah atau sebagainya. Namun dengan doa yang kita panjatkan kepada Allah, Allah selamatkan kita sebagai ganti apa yang didoakan.

Hakikat ini sangat sulit untuk difahami kerana ditunaikan tanpa sedar.

Mengapa?

Yalah, kita minta yang lain, tetapi Allah berikan sesuatu yang lain. Namun yang lain itu lebih besar dan bernilai ertinya berbanding apa yang kita minta. Misalnya, kita minta kejayaan dalam perniagaan, sebaliknya Allah hindarkan kita daripada penyakit-penyakit kronik.

Bukankah itu sesuatu yang lebih baik?

Ingatlah apa yang Allah tegaskan menerusi firman-Nya yang bermaksud:

“Difardukan kamu peperangan padahal kamu membencinya, boleh jadi ada yang kamu benci baik untuk kamu, dan boleh jadi apa yang kamu sukai tetapi itu mungkin membawa mudarat bagi kamu. Allah lebih mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Surah al Baqarah 2: 216)

4. Allah Berikan Sesuatu yang Lebih Baik di Akhirat

Hidup di dunia cuma sementara. Akhirat itu yang lebih baik dan lebih kekal. Firman Allah, mafhumnya:

“Dan akhirat lebih baik dan kekal.” (Surah al-A‘la 87: 17)

Beruntunglah jika kita mendapat sesuatu kurnia di akhirat berbanding kurnia di dunia ini.

Sebagai perbandingan, sehelai rumput di syurga adalah lebih baik daripada sebutir mutiara di dunia.

Kenapa?

Kerana rumput di syurga itu lebih kekal berbanding sebutir mutiara di dunia. Itu baru sehelai rumput, bayangkan sebutir mutiara di syurga. Ia sesungguhnya, bukan sahaja lebih kekal malah lebih bernilai daripada sebutir mutiara di dunia.

Orang yang berdoa dan doanya tidak dikabulkan di dunia, akan dikabulkan doa itu di akhirat kelak, insya-Allah. Doa yang dikabulkan di akhirat itu sesungguhnya lebih baik dan kekal daripada dikabulkan di dunia lagi. Kadang-kadang Allah menahan kekayaan yang kita pinta di dunia kerana Allah hendak memberikan kita kekayaan di akhirat. Kekayaan di akhirat bererti syurga.

Menyedari hakikat ini, seharusnya kita tidak akan jemu berdoa dan tidak akan berputus asa hanya kerana doa kita belum ataupun tidak dikabulkan di dunia. Kita tahu doa itu akan menjadi “saham akhirat”. Oleh sebab itu, keyakinan kepada hari akhirat sangat penting ketika kita berdoa di dunia ini. Bagi orang yang yakin akan kehidupan di akhirat, mereka akan terus-terusan berdoa sekalipun doa mereka seolah-olah tidak dikabulkan di dunia ini.

Banyak doa-doa yang diajarkan oleh Allah kepada kita, manfaatnya untuk hari akhirat. Doa minta dimatikan dengan iman, masuk ke dalam syurga dengan iman, terhindar daripada api neraka, minta dibangkitkan dalam keadaan bersama-sama orang yang membuat kebaikan dan jangan ditempatkan bersama-sama orang yang zalim.

Misalnya, Allah menganjurkan kita berdoa dengan doa ini:

“Ya tuhan kami, berilah keampunan bagiku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (Surah Ibrahim 14: 41)

5. Dijadikan Kifarat kepada Dosa-Dosa

Manusia sentiasa berdosa kepada Allah sama ada yang disengajakan atau tidak disengajakan. Dosa adalah pendinding untuk kita mendapat bantuan, keampunan dan kasih sayang Allah. Kita mengharapkan dosa itu diampunkan dengan taubat. Dan untuk itu kita diwajibkan untuk bertaubat atas dosa-dosa yang kita sedari.

Namun, apakah jaminan taubat kita telah diterima sekalipun telah menempuh syarat-syaratnya? Dan bagaimana pula dosa yang kita lakukan tanpa kita sedari? Itu lebih sukar diatasi. Mana mungkin kita bertaubat atas dosa-dosa yang kita rasa kita tidak melakukannya? Maka di sinilah peranan doa-doa yang kita panjatkan kepada Allah s.w.t. Doa-doa itu menjadi sebab untuk dosa-dosa kita itu diampunkan walaupun bukan itu yang kita pohon daripada Allah s.w.t.

Orang yang berdoa kepada Allah, sentiasa disayangi-Nya. Tanda sayang Allah kepadanya ialah mengampunkan dosa-dosa orang itu walaupun dia tidak meminta ampun. Inilah kehebatan dan kebesaran sifat al-Afu (Yang Maha Pemaaf) dan al-Ghaffar (Yang Maha Mengampuni) Allah s.w.t. Salah satunya ialah Dia mengampunkan dosa-dosa hamba-Nya walaupun hamba yang berdoa itu tidak meminta ampun.

ADAB BERDOA

Walau bagaimanapun doa yang dipanjatkan masih tetap ada adab dan syarat-syaratnya. Selain adab-adab lahiriah, seperti menghadap kiblat, berwuduk (lihat adab-adab berdoa seperti yang dinyatakan), ada lagi adab batin (soal hati) yang lebih utama dilaksanakan. Antaranya termasuk:

i) Berdoa dengan penuh keyakinan

Hendaklah berdoa dengan penuh keyakinan bahawa doa itu akan dikabulkan. Jangan ada rasa ragu, syak dan waham (waswas) waktu berdoa kerana Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang dalam hatinya berbolak-balik antara percaya dan tidak akan doanya diperkenankan. Jadi, sangka baik (husn zan) terhadap Allah itu penting apabila kita berdoa.

Bagaimana membina keyakinan dalam doa?

Tentulah ini bersumberkan keyakinan kita kepada Allah s.w.t. Oleh sebab itu, kita terlebih dahulu mestilah mengenali sifat-sifat dan asma’ (nama-nama) Allah s.w.t.

Antara sifat Allah ialah al-Rahman, al-Rahim, al-Wahhab, al-Ghani, al-Razzaq, al-Afu, al-Ghaffar, al-Salam dan lain-lain lagi, pasti akan timbul keyakinan semasa berdoa. Apabila sudah kenal sifatnya, barulah kita boleh memohon kepada Allah dengan penuh yakin. Sebagai contoh yang paling mudah, apabila kita yakin seseorang itu pemurah, tentu kita yakin bahawa dia akan melayan permintaan kita. Apabila kita yakin seseorang itu kaya-raya, maka kita yakin dia mampu memberikan apa yang kita minta.

Oleh sebab itu, kita dianjurkan berdoa dengan menggunakan Asma’ al-Husna (nama-nama Allah yang baik) mengikut keperluan doa itu. Firman Allah yang bermaksud:

“Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik (yang mulia), maka serulah dan berdoalah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama itu.” (Surah al-A‘raf 7: 180)

Satu cara lain untuk menambah keyakinan kita dalam berdoa adalah iringilah doa itu dengan usaha dan persediaan yang baik. Keyakinan juga dibina oleh persiapan. Apabila kita berdoa minta kesihatan, usaha dan persediaan kita juga selaras ke arah itu, maka keyakinan diri kita akan meningkat. Ya, doa yang digandingkan dengan usaha akan meningkatkan lagi tahap harapan dan harapan yang tinggi itulah yang akan membuahkan keyakinan.

ii) Jangan Berdoa Sesuatu yang Membawa Permusuhan dan Dosa

Doa yang buruk hakikatnya bukan doa. Doa yang berpaksikan permusuhan tidak akan dimakbulkan Allah. Oleh sebab itu berhati-hatilah agar tidak berdoa dengan hati yang kotor. Jangan kita ajukan kepada Allah sesuatu yang berbentuk dosa dan kefasiqan. Doa hanyalah untuk yang baik-baik dan dengan tujuan yang baik-baik pula.

Begitu juga berdoa untuk menang dalam pertaruhan (judi), berjaya dalam pertandingan yang dalamnya ada perbuatan mendedahkan aurat dan pergaulan bebas, kaya dengan perniagaan yang berunsur riba, berkuasa melalui kaedah yang kotor dan fitnah serta lain-lain bentuk kemungkaran yang seumpamanya adalah dilarang dan tidak akan dikabulkan. Kita juga tidak dibolehkan mendoakan sesuatu yang boleh memutuskan ikatan silaturahim sesama Islam.

iii) Jangan Berdoa Tanpa Bertahmid dan Berselawat

Ulama ada menjelaskan bahawa sesuatu doa itu tidak akan dikabulkan tanpa bertahmid (memuji) kepada Allah dan berselawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. Kedua-dua faktor ini sangat penting untuk melahirkan rasa bersyukur dan berterima kasih kepada Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. Tanpa rasa syukur, sukar doa kita itu didengari dan seterusnya diperkenankan oleh Allah s.w.t.

Bayangkan jika seseorang meminta tambahan atas nikmat yang sedia ada, dia mestilah menunjukkan rasa berterima kasih atas nikmat yang telah diberikan itu terlebih dahulu. Rasa syukur itulah yang akan menggamit turunnya nikmat yang baru.

Firman Allah yang bermaksud:

“Jika kamu bersyukur nescaya kami akan tambahkan nikmat-nikmat Kami. Dan sebaliknya jika kamu kufur, azab Allah amat pedih.” (Surah Ibrahim 14: 7)

Dengan bertahmid, kita menyatakan syukur kepada Allah. Dengan berselawat kita mengucapkan terima kasih kepada insan yang paling banyak berjasa kepada kita yakni Nabi Muhammad s.a.w. Hanya setelah bersyukur, Allah yang bersifat al-Wahhab (Maha Pemberi) akan menambahkan lagi nikmat-nikmat-Nya.


Benarlah seperti yang dinyatakan oleh Rasulullah s.a.w. melalui sabdanya yang bermaksud:

“Sesiapa yang tidak bersyukur dengan yang sedikit, tidak akan bersyukur dengan yang banyak.”

Itulah tiga sebab mengapa doa terhijab.

Dalam konteks yang sama, apa yang dinyatakan oleh Ibrahim bin Adham (seorang ahli tasawuf) tentang punca-punca doa terhijab sangat perlu dijadikan renungan. Namun, walau apapun keadaan kita, sama ada dalam keadaan taat atau derhaka, dalam keadaan senang ataupun susah, doa mesti terus dipanjatkan. Makbul atau tidak itu soal kedua. Yang paling utama adalah jangan sekali-kali berputus asa untuk terus berdoa kepada Allah s.w.t.

Dan jangan sekali lupa, apa yang telah Allah berikan kepada kita sebenarnya lebih banyak daripada apa yang sedang kita minta (doa).

~ Sekadar perkongsian.. Diambil dari sebuah blog.. Moga bermanfaat...Tiada daya upaya serta kekuatan melainkan dengan (izin dan pertolongan) Allah Subhanahu wata'ala-